{"id":347,"date":"2026-04-29T06:30:54","date_gmt":"2026-04-29T06:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347"},"modified":"2026-04-30T06:41:50","modified_gmt":"2026-04-30T06:41:50","slug":"anak-penggembala-kerbau-yang-menjadi-doktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347","title":{"rendered":"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-348\" srcset=\"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba-225x300.jpeg 225w, https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba.jpeg 1086w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Di sebuah dusun kecil bernama Kereak, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, lahirlah seorang anak yang kelak akan mengukir sejarah bagi kampung halamannya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, di sebuah gubuk kecil yang jauh dari kata mewah, namun penuh dengan nilai kehidupan dan keteguhan hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia adalah putra dari seorang ibu petani sederhana dan almarhum ayahnya, H. Sakiran, yang sehari-hari bekerja sebagai penggembala kerbau milik tetangga\u2014atau dalam bahasa Sasak dikenal dengan istilah \u201ckarbau bekadas.\u201d Kehidupan yang dijalani jauh dari kemudahan, namun justru dari sanalah semangat juang itu tumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan dasarnya ditempuh di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Kereak, Desa Pandan Indah. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketekunan dan semangat belajar yang tinggi. Perjalanan menuju pendidikan bukanlah hal yang mudah. Saat melanjutkan ke jenjang SMP di Desa Kabul, ia harus berjalan kaki setiap hari dari rumahnya di Kereak menuju sekolah yang jaraknya cukup jauh. Namun jarak tidak pernah menjadi alasan untuk menyerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan ilmunya berlanjut hingga ke Pulau Jawa. Dengan tekad yang kuat dan keberanian meninggalkan kampung halaman, ia melanjutkan pendidikan SMA hingga Sarjana (S1) di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi\u2019iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Di tanah rantau, ia belajar tidak hanya ilmu, tetapi juga arti kemandirian, kesabaran, dan pengorbanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkahnya tidak berhenti di sana. Ia melanjutkan pendidikan S2 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, di bawah asuhan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, dengan mengambil bidang Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Perjalanan ini semakin berat, namun ia tidak berjalan sendiri. Dukungan keluarga, terutama sang istri yang dengan penuh pengorbanan membantu ekonomi keluarga\u2014berjualan, membuka toko buku, usaha laundry, hingga berbagai usaha kecil lainnya\u2014menjadi energi besar dalam perjuangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah perjuangan itu, ia juga mengabdikan diri sebagai guru di MBI Pacet, membagi ilmu sekaligus terus menata langkah menuju cita-cita yang lebih tinggi. Dengan tekad yang tidak pernah padam, ia akhirnya memutuskan melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terkemuka di Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil meraih gelar doktor\u2014menjadi satu-satunya putra daerah dari Dusun Kereak yang mencapai gelar tertinggi dalam dunia akademik. Sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi besar bagi pemuda desa Pandan Indah dan masyarakat sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah ini bukan sekadar tentang gelar, tetapi tentang ketekunan, pengorbanan, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sebuah dusun kecil bernama Kereak, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, lahirlah seorang anak yang kelak akan mengukir sejarah bagi kampung halamannya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, di sebuah gubuk kecil yang jauh dari kata mewah, namun penuh dengan nilai kehidupan dan keteguhan hati. Ia adalah putra dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-347","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sebuah dusun kecil bernama Kereak, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, lahirlah seorang anak yang kelak akan mengukir sejarah bagi kampung halamannya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, di sebuah gubuk kecil yang jauh dari kata mewah, namun penuh dengan nilai kehidupan dan keteguhan hati. Ia adalah putra dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-29T06:30:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-30T06:41:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1086\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1448\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9d6836eadf9936930f601332ebd0edfe\"},\"headline\":\"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor\",\"datePublished\":\"2026-04-29T06:30:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-30T06:41:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347\"},\"wordCount\":402,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/coba-768x1024.jpeg\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347\",\"name\":\"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/coba-768x1024.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-04-29T06:30:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-30T06:41:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/coba.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/coba.jpeg\",\"width\":1086,\"height\":1448},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?p=347#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/\",\"name\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#organization\",\"name\":\"Mandalika Siber Indo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/MANDALA.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/MANDALA.png\",\"width\":1536,\"height\":505,\"caption\":\"Mandalika Siber Indo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9d6836eadf9936930f601332ebd0edfe\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cb4246d7bea85296d99a5ba8a77c291461be37f48683c5a4278e5dc1bc1ce30f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cb4246d7bea85296d99a5ba8a77c291461be37f48683c5a4278e5dc1bc1ce30f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cb4246d7bea85296d99a5ba8a77c291461be37f48683c5a4278e5dc1bc1ce30f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/mandalikatimes.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor -","og_description":"Di sebuah dusun kecil bernama Kereak, Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, lahirlah seorang anak yang kelak akan mengukir sejarah bagi kampung halamannya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, di sebuah gubuk kecil yang jauh dari kata mewah, namun penuh dengan nilai kehidupan dan keteguhan hati. Ia adalah putra dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347","article_published_time":"2026-04-29T06:30:54+00:00","article_modified_time":"2026-04-30T06:41:50+00:00","og_image":[{"width":1086,"height":1448,"url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#\/schema\/person\/9d6836eadf9936930f601332ebd0edfe"},"headline":"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor","datePublished":"2026-04-29T06:30:54+00:00","dateModified":"2026-04-30T06:41:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347"},"wordCount":402,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba-768x1024.jpeg","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347","url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347","name":"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba-768x1024.jpeg","datePublished":"2026-04-29T06:30:54+00:00","dateModified":"2026-04-30T06:41:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#primaryimage","url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba.jpeg","contentUrl":"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/coba.jpeg","width":1086,"height":1448},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?p=347#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/mandalikatimes.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anak Penggembala Kerbau yang Menjadi Doktor"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#website","url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/","name":"https:\/\/mandalikatimes.com","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#organization"},"alternateName":"https:\/\/mandalikatimes.com","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#organization","name":"Mandalika Siber Indo","url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/MANDALA.png","contentUrl":"https:\/\/mandalikatimes.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/MANDALA.png","width":1536,"height":505,"caption":"Mandalika Siber Indo"},"image":{"@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mandalikatimes.com\/#\/schema\/person\/9d6836eadf9936930f601332ebd0edfe","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cb4246d7bea85296d99a5ba8a77c291461be37f48683c5a4278e5dc1bc1ce30f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cb4246d7bea85296d99a5ba8a77c291461be37f48683c5a4278e5dc1bc1ce30f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cb4246d7bea85296d99a5ba8a77c291461be37f48683c5a4278e5dc1bc1ce30f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/mandalikatimes.com"],"url":"https:\/\/mandalikatimes.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=347"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":349,"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/347\/revisions\/349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mandalikatimes.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}